Jumat, 18 Mei 2018

Courageous 2011



Film rohani ini buat saya sangat inspiratif. Sebuah film keluarga yang patut ditonton saat kumpul dalam acara keluarga.

Dikisahkan ada 5 orang pria dewasa. 4 orang berprofesi sebagai polisi dan 1 orang yang masih penganguran. Alex Kendrick produser sekaligus actor yang berperan sebagai sheriff di Albaniy Georgia bersama 3 orang rekannya.


Sebagai seorang ayah, sheriff ini sangat kaku. Baginya urusan membesarkan anak adalah peran yang lebih banyak dipikul oleh istrinya (Victoria). Buat dia, pekerjaan sebagai polisi lah yang utama. Mereka dikaruniai sepasang anak. Anak laki-laki nya yang berusaha mengajak sang ayah untuk ikut perlombaan lari ayah-putra dengan jarak 5 km, mendapat penolakan sang ayah. Sedangkan sang anak perempuan yang lebih dekat dengan sang ayah mengajak dan membujuk ayahnya untuk menari bersama-sama. Namun harapan sang anak pun kandas. Sang ayah menolak karena malu dilihat orang dan tidak bisa menari. Hal yang kemudian sangat disesali sang sheriff setelah sang putri meninggal karena ditabrak pengemudi mabuk. Kejadian ini kemudian mengubah paradigm sang sheriff dan ia berusaha untuk menjadi ayah yang baik bagi sang putranya. Sebuah usaha yang tidak mudah. Ia harus mengubah hatinya terlebih dahulu. Ia memohon pertolongan Tuhan untuk mengatasi masalah kehilangan anak perempuan mereka. Ia harus menguatkan istri yang menyesal telah mengijinkan anaknya untuk pergi ke acara nari sebelum akhirnya ditabrak. Ia harus menguatkan anaknya laki-lakinya yang merasa belum menjadi seorang kakak yang baik. Terlebih lagi ia harus mengatasi rasa sesalnya telah menolak sang putri untuk menari bersama. Akhirnya ia pun menari seorang diri di taman dimana dulu anak gadisnya itu mengajaknya, sembari berkata kepada Tuhan: “Tuhan,, tolong sampaikan kepada anakku,aku mau menari untuknya saat ini…” Sebuah usaha yang tidak mudah untuk mengubah hidupnya untuk bisa bertindak sebagai ayah yang ‘hebat’, setelah salah seorang anaknya telah meninggal.

Bawahan sang sheriff memiliki masalah yang berbeda. Ia baru saja diberi ijin untuk menggunakan senjata api yang diperlukan dalam melaksanakan tugasnya. Ia tidak percaya dengan hal-hal yang religius. Ia yang termuda dari keempat polisi. Dengan bermodalkan wajahnya yang tampan, ia telah berhubungan dengan seorang gadis sehingga sang gadis hamil. Namun ia lari dari tanggung jawab. Buatnya hubungan dengan sang gadis hanya untuk memuasakan kedagingannya saja. Setelah tahu sang gadis hamil, ia pun meninggalkannya sampai sang gadis melahirkan dan  membesarkan anak perempuan mereka sendirian. Alasannya sederhana : ia merasa tidak mencintai sang gadis. Berkat sang sheriff dengan resolusi buat para ayah, ia pun berusaha untuk berkumpul kembali dengan gadis yang telah dihamilinya dan memberikan sosok ayah bagi putrinya. Akan berhasilkah usahanya?

Seorang rekan kerja sang sheriff yang berkulit hitam memiliki masalah yang berbeda. Ia sangat protektif. Anak gadisnya (15 tahun) dilarangnya berpacaran sampai berusia 17 tahun. Namun sang anak dengan dalih hanya jalan-jalan ke mal, tetap ingin ‘berkencan’ dengan pemuda pilihannya. Saat sang pemuda datang, ia pun dilarang sang ayah berkencan dengan anak gadisnya. Sebenarnya keluarganya merupakan keluarga yang ‘sehat’ namun dengan kesadaran baru yang didapat dari sang sheriff yang kehilangan gadisnya dan mengikuti resolusi bagi para ayah, ia pun mengalami perubahan. Ia pun mengajarkan nilai yang sangat berharga bagi seorang gadis dengan mengajak sang anak gadis nya berkencan. Sebenarnya ia sendiri mengalami luka batin yang diterimanya dari ayahnya. Dan ketika telah dewasa, kepahitan dalam dirinya membuatnya tak memaafkan ayahnya walaupun ayahnya sudah terbujur kaku dan berada dalam liang kubur. Bagaimana akhirnya ia mampu mengampuni sang ayah?

Rekan sang sheriff yang terakhir memiliki masalah yang lain lagi. Ia telah bercerai dengan istri. Putra mereka tinggal dengan sang istri. Ia memiliki hak untuk mengunjungi sang putra. Setelah bergabung dengan resolusi bagi para ayah, ia pun berusaha dekat dengan sang anak. Sayangnya, gaya hidupnya membuatnya terjerumus dalam tindakan criminal lainnya sehingga akhirnya ia pun di penjara. Ia menyesal dan meminta sang sheriff untuk mengawasi perkembangan dan menemani sang putra.

Yang terakhir, adalah seorang hispanik yang walau telah memiliki ijin bekerja di Amerika, namun belum mendapat pekerjaan yang dibutuhkan untuk menghidupi keluarganya (istri dan kedua anaknya). Tak putus-putusnya ia memohon pertolongan Tuhan untuk mendapat pekerjaan. Mujijat pun terjadi. Ia berkenalan secara tak sengaja dengan sang sheriff yang memang kebetulan sedang membutuhkan orang untuk melakukan pekerjaan tukang. Melihat kualitas pekerjaannya yang baik, sang sheriff pun mengenalkannya pada perusahaan tekstil yang membutuhkan tenaga kerja. Berkat integritas nya akhirnya ia mendapat mencukupi kebutuhan keluarganya

Intinya peran seorang ayah dalam keluarga tidak dapat ditiadakan. Banyak berandal dan kriminal (pelaku kejahatan) yang bila diteliti latar belakangnya berasal dari keluarga yang kehilangan figure seorang ayah. Bisa karena ayahnya bercerai , melarikan diri dari tanggung jawab setelah ibunya hamil, kekakuan sang ayah karena mementingkan tugas, atau pun ayah yang terlalu protektif. Para ayah sendiri punya masalah karena pengaruh dari lingkungan keluarganya dahulu. Bagaimana bisa berubah? Pertolongan dan pengenalan akan Tuhan Yesus diperlukan untuk itu. Perlu sebuah resolusi yang berlandaskan firman Tuhan bagi para ayah. Diperlukan para ayah yang berani dan bertekad kuat (courageous) untuk mau melakukan resolusi bagi para ayah.
Film ini juga dilatarbelakangi pekerjaan polisi yang sangat beresiko karena berhadapan dengan para kriminal dan anggota gang.


Directors: Alex Kendrick 
Actors: Ken Bevel, Alex Kendrick, Kevin Downes 
Productions: Alabama Production Group, Tristar Pictures, Sherwood Pictures

Tidak ada komentar:

Posting Komentar